Menghidupkan Matematika dengan Sentuhan Budaya Tradisional




mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (MIPA) Universitas Dr. Soetomo Surabaya Syauqiya Salsabila H. S namanya atau yang biasa dipanggil Qiya. Qiya yang terpilih sebagai anggota kedua dalam tim PKM-RSH pada April tahun lalu, melihat potensi besar dalam permainan engkle. Selain aktif dalam program PKM-RSH, Qiya juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kampus. Dengan semangat tinggi, ia berhasil membagi waktu antara kegiatan akademik, penelitian, dan aktivitas organisasi.


 

Permainan tradisional yang dimainkan dengan melompat pada bidang-bidang yang digambar di tanah ini ternyata menyimpan konsep matematika yang kaya. Melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pada numerasi anak sekolah dasar. Melalui program pkm-rsh penelitian Etnomatika Dirjen Dikti dengan Permainan Tradisional Qiya dan tim membuktikan bahwa pembelajaran matematika tidak selalu harus membosankan.

Konsep matematika yang ada pada permainan tradisional engkle akan membantu siswa untuk belajar secara kontekstual, sehingga dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran matematika yang sebelumnya dianggap rumit oleh kebanyakan siswa kini bisa menjadi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan mengaitkan budaya setempat.

Penelitian ini terinspirasi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa Indonesia yang menjadi sorotan berbagai survei internasional. Selain itu, Qiya dan timnya menilai bahwa proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) di Indonesia masih cenderung monoton dan minim media pembelajaran yang menarik. Hal ini, menurut mereka, menjadi salah satu penyebab siswa kehilangan minat belajar.

Dengan dedikasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh Syaqiya Salsabila dan timnya, langkah ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semangat mereka memberikan harapan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis budaya bisa menjadi solusi atas berbagai tantangan pendidikan saat ini.


Feature News

Luna Oktaviana Putri/202311210004

Komentar

Postingan populer dari blog ini

M. Rifaldy Kotawasi: Mahasiswa Rantau yang Mengukir Prestasi di Fotografi dan Mewakili Unitomo di Kancah Internasional

UNITOMO BERDAYAKAN WISATA EDUKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SIDOARJO

Pengalaman Intan Mengikuti Paduan Suara