Menghidupkan Matematika dengan Sentuhan Budaya Tradisional
Permainan tradisional yang dimainkan
dengan melompat pada bidang-bidang yang digambar di tanah ini ternyata
menyimpan konsep matematika yang kaya. Melalui penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan pada numerasi anak sekolah dasar. Melalui program pkm-rsh penelitian Etnomatika Dirjen Dikti dengan Permainan Tradisional Qiya dan tim membuktikan bahwa
pembelajaran matematika tidak selalu harus membosankan.
Konsep matematika yang ada pada permainan tradisional engkle akan membantu siswa untuk belajar secara kontekstual, sehingga dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran matematika yang sebelumnya dianggap rumit oleh kebanyakan siswa kini bisa menjadi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan mengaitkan budaya setempat.
Penelitian ini terinspirasi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa Indonesia yang menjadi sorotan berbagai survei internasional. Selain itu, Qiya dan timnya menilai bahwa proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) di Indonesia masih cenderung monoton dan minim media pembelajaran yang menarik. Hal ini, menurut mereka, menjadi salah satu penyebab siswa kehilangan minat belajar.
Dengan dedikasi dan inovasi yang
ditunjukkan oleh Syaqiya Salsabila dan timnya, langkah ini menjadi bukti bahwa
generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia. Semangat mereka memberikan harapan bahwa metode pembelajaran yang
menyenangkan dan berbasis budaya bisa menjadi solusi atas berbagai tantangan
pendidikan saat ini.
Feature News
Luna Oktaviana Putri/202311210004


Komentar
Posting Komentar