Dr. Arumtyas Puspitaning Padmasari: Dari Dunia Korporasi ke Dunia Wirausaha dan Pendidikan
Awal Karier Menembus Perusahaan Multinasional
Saat masih menjadi mahasiswa semester enam di Universitas Kristen Petra Surabaya, Bu Arumtyas menerima panggilan tak terduga dari perusahaan kontraktor telekomunikasi PT Mega Inti Gemilang. Perusahaan ini merupakan konsorsium yang dimiliki oleh delapan investor, mayoritas keturunan Tinghoa. Berkantor pusat di Surabaya dengan cabang di Jakarta, Perusahaan tersebut bergerak di bidang pemasangan alat penguat sinyal dalam gedung.
“Saya diminta hadir untuk ikut seleksi tes pegawai, nah saya enggak tau baru semester enam tiba - tiba disuruh membuat curriculum vitae dan surat lamaran dalam satu hari,” kenangnya. Dengan minim pengalaman, bu Arumtyas berusaha keras untuk mempersiapkan dokumen tersebut dan berhasil lolos seleksi pegawai. Pengalaman ini menjadi batu loncatan dalam kariernya di dunia korporasi.
Di perusahaan multinasional lainnya, PT Ispat Indo, yang bergerak di bidang peleburan baja, ia pernah menduduki posisi sebagai sekretaris direktur dan sekretaris manajer. Namun, tuntutan pekerjaan yang tinggi membuatnya memutuskan untuk berhenti setelah merasa lelah secara fisik dan mental.
Di perusahaan multinasional lainnya, PT Ispat Indo, yang bergerak di bidang peleburan baja, ia pernah menduduki posisi sebagai sekretaris direktur dan sekretaris manajer. Namun, tuntutan pekerjaan yang tinggi membuatnya memutuskan untuk berhenti setelah merasa lelah secara fisik dan mental.
Menggeluti Dunia Pendidikan
Setelah meninggalkan dunia korporasi, Arumtyas memilih untuk menapaki jalur pendidikan. Ia menjadi guru dan kemudian dosen, sebuah profesi yang telah ia tekuni selama tiga tahun terakhir. Namun, perjalanannya di dunia pendidikan tidak berhenti di situ. Ia juga mengembangkan usaha bimbingan belajar (bimbel) yang pada Tes Potensi Akademik (TPA), sebuah layanan yang dirancang untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian berbasis kognitif.
“Kognitif ini erat kaitannya dengan psikologi,” ujarnya. Dengan dukungan seorang teman yang juga praktisi psikologi, ia menghadirkan layanan bimbingan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis para peserta.
Wirausaha dan Dukungan untuk Mahasiswa
Bu Arumtyas memiliki perhatian khusus terhadap mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa bisa memanfaatkan kebiasaan ini untuk memulai usaha, seperti membuka warung kopi (warkop), mengingat mayoritas mahasiswa suka kopi dan mencari tempat dengan fasilitas Wi-Fi. Ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan sambil memenuhi kebutuhan sosial mereka. “Dengan hanya Rp5.000 hingga Rp7.000, mereka bisa berdiskusi dan menikmati suasana,” katanya. Ia melihat peluang besar dari kebiasaan ini, baik untuk mendukung pengembangan wirausaha mahasiswa maupun menciptakan komunitas yang produktif.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi, seperti membuat akun LinkedIn yang menarik untuk memperluas jaringan profesional. Ia juga mengusulkan ide-ide kreatif seperti membuka jasa pemandu wisata atau kampus tour, sejalan dengan kebutuhan zaman.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Dr. Arumtyas Puspitaning Padmasari adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat berhasil menggabungkan pengalaman di dunia korporasi, pendidikan, dan wirausaha untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat dan visi yang ia miliki, ia terus berusaha membimbing generasi muda untuk melihat peluang dan mengembangkan potensi mereka.
Depth News
Luna Oktaviana Putri

Komentar
Posting Komentar